TIPS MENGATASI GALAU

Standar

Belakangan ini banyak anak muda terjerat “Galau”, bahkan orang lanjut usiapun bisa galau

lalu banyak pula yang menjadikan teman, pasangan atau bahkan orang lain sebagai tempat mencurahkan kegalauan, tapi tahan dulu, hati-hati memilih tempat curhat , atas kegalauan yang sedang melanda–sekali anda salah memilih tempat mencurahkan kegalauan maka bencana baru akan datang.

berharap teman bisa mengerti keluhan atau virus galau yang ada, malah menjadi kompor dan akhirnya menjadi teman tapi mesra

apakah dirimu sedang galau–

banyak sebab galau terjadi : bisa karena keluarga, pacar, politik, ekonomi dan lain-lain

kemarilah–aku mau bilang tempat menghilangkan galau, bukan tempat curhat yang diharapkan menjadi malaikat (*apalagi lawan jenis), bukan rokok, bukan miras, bukan narkoba, bukan juga narkosex dan lain-lain

tapi

lebih mendekatkan diri pada Allah (Atau tuhanmu sesuai kepercayaan masing-masing)

saya pernah lakukan ini, dan galau saya menjadi sebuah bahan untuk saya lebih introspeksi.

aminn 🙂

 

9 thoughts on “TIPS MENGATASI GALAU

  1. Betul, jangan galau lantas kemudian curhat pada orang, Innallaha Ma’ana!

    Allah Ta’ala berfirman, “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kami” (QS. At Taubah: 40)

    Padahal tiap hari dibacain dlm sholat, masak yg lagi galau pada lupa 🙂

    “Hanya kepada-Mulah kami menyembah, dan hanya kepada-Mulah kami meminta pertolongan” (QS. Al Fatihah: 5).

    Dan Allah pun juga dah ngasih jaminan agar gak terperosok dalam galau:

    “Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (Qs Al-Insyirah: 5-6).

    Maka tips dari mbak Moreta ini tepat sekali, sebab Allah pun juga sudah membuka diri untuk jadi tempat curhat:

    “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram” (Qs Ar-Ra’du 28).

    • ALHAMDULILLAH–KALAU sudah bung iwan Yuliyanto kasih comment-tentram lah hati-para pembaca-semoga tulisan saya menjadi awal pembangkit semangat keimanan yang pada galau–pa Iwan Hatur Nuhunnn pisan_emang semua harus dikembalikan kepadanya-kadang kita curhat pada manusia itu bisa kecewa, tapi curhat kepada Nya kapan kita dikecewakan, malah kita diberikan jalan keluar–subhanallah izin copas dan print terus di baca tiap mau keruang shalat ya pa iwan nih biar aku juga selalu ingat bahwa banyak sekali isyarat allah agar terus mengingatnya disetiap saat. baguss

    • Hatur Nuhun Pa Iwan Yulianto–comentar yang amat bagusss–manusia pelupa, kalau pa iwan suka galau tidak ya? heha kinding pa–mari kita sama-sama curhat ke Allah jangan karena tidak ada fisiknya lalu kita anggap Allah tidak mendengar ya pa

      • Saya sendiri tidak begitu merisaukan apalagi mengingat-ingat apakah pernah galau atau tidak. Yang saya ingat adalah upaya-upaya penyelesaian setiap masalah yg Allah berikan kepada saya sekeluarga.

        Penyebab dominan datangnya galau adalah masalah. Setiap orang pasti memiliki masalah dgn kadar yg berbeda. Mengapa berbeda? Ya karena mustahil Allah memberikan masalah yg tidak dapat diselesaikan oleh hambaNya.
        Jadi, kalo dapat masalah, kita musti yakin bahwa Allah sudah mengukur kemampuan kita untuk menyelesaikannya.
        Kalau kita menyerah padahal sudah ada jaminan dari Allah, maka patut dipertanyakan kualitas iman kita kepada-Nya.
        Allah menguji kita sesuai tingkat keimanan kita kepada-Nya.

        Bohong kalau ada orang bilang yg gak pernah ada masalah. Apalagi kita merasa / melihat rumput hijauanya tetangga yg kelihatan fine-fine aja gak ada masalah. Setiap orang pasti punya masalah.

        Allah pasti akan memberikan ujian kepada hamba-Nya dg tujuan untuk membuktikan kebenaran keyakinan keimanan hamba-Nya, apakah ia layak disebut orang beriman ataukan orang munafik yg hanya menampakkan zahirnya dan bersembunyi di balik kepalsuannya.

        “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS.Al-Baqarah:155)

        Adanya kata “sungguh” itu menegaskan bahwa tak ada satupun hamba-Nya yg bebas dari ujian, masalah, cobaan dari-Nya.
        Dan kuncinya ada pada kalimat penutupnya yaitu “sabar”.
        Sabar yang disukai Allah adalah sabar yg disertai ikhtiar dan tawakkal. Bukan sabar dalam arti pasrah.

      • mantapppppp—-seneng ya kalau bisa diskusi sama orang pinter kaya gini–subhanallah nambah lagi ilmu agar lebih bisa mengerti bahwa diri ini selalu kurang dan masih banyak yang harus digali–terimakasih sekali lagi pa iwan

mana komentarnya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s