PERSIAPAN DHUHA

Standar

Gambar

HATI HARUS TENANG

PIKIRAN HARUS BERSIH

SIKAP HARUS WAJAR DAN NORMAL

SEKALIPUN HATI PEDIHHH

 

RIZKI ALLAH DIMANAPUN BERADA

BERTEBARAN SEPERTI KERTAS DIPOTONG LALU KAU TABURKAN DARI TANGANMU

MUNGKIN LEBIH

DAN KAMU MEMUNGUTNYA DENGAN BERIBU TANTANGAN

MEMILIH YANG MANAKAH KAMU

AKU MEMILIH KAYA HATI DARI PADA KAYA HARTA

KAMU?

13 thoughts on “PERSIAPAN DHUHA

    • Betul sekali itu mas, karena aku berfikir kalau kaya harta, takut tidak dapat mempertanggungjawabkannya nanti diakhirat, dan kaya harta akan memicu perasaan lain-yaitu sombong, syirik, kikir, fakir dll, mudah2 an saya dan semua rekan dapat mengamalkan ini semua ya–selamat beraktifitas, mencari rizki allah dan mendapatkannya dijalan halal untuk dialirkan di darah kita, anak dan istri kita–aminnn ya allah

    • harta tidak dapat dibawa mati,hanya pengantar sampai liang lahat-kaya hati akan mempermudah kaya harta-batasan kaya itu seberapa, sebab bagi gelandangan lalu makan nasi goreng biasa mereka akan merasa kaya, dan bagi konglomerat mungkin itu sangat sederhana–:)

  1. Baca ini jadi inget temen yg pernah bilang, yang miskin itu hatinya, segimana pun banyaknya rejeki yang melimpah kalau hatinya miskin ya tetep miskin.

    • hemmm–benar sekali ideanya-bagus–salut—seorang berkebangsaan yunani-(namanya lupa)tapi pernah baca disatu buku dulu–“kemiskianan yang paling besar adalah miskin hati, kekayaan paling berlimpah ruah adalah kekaan bathin/hati,sebab semakin menipis yang memiliki ini”

      • Iya, mbak… Semakin jarang nemuin org yang masih mau hidup sederhana sekarang ini. Rasanya hampir kebanyakan org mimpinya hidup enak dan serba mudah. Susah sedikit dianggapnya menderita tujuh turunan. Apa hidup di jaman kapitalis bikin org jadi drama queen, gitu? Hihi… (Ini sih becandaan saya aja, mbak. Saking sebelnya ngeliat org kebanyakan dengan daya serap tinggi tapi kamampuan mengolah dirinya rendah, akhirnya ya gak pernah puas dgn apa yang dimilikinya saat ini).

mana komentarnya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s